Jakarta - Seorang warga negara Kanada yang tewas dalam teror bom Thamrin, Tahar Amer-Quali kabarnya akan segera dipulangkan ke negaranya. Namun, Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani mengatakan pihak Kedutaan Besar dari Kanada atau pun Aljazair harus berembuk untuk menentukan siapa-siapa yang mengambil jasadnya.
"Belum ada informasi mau diambil kapan dari kedutaan karena dia punya dua warga negara," kata Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani ketika dihubungi wartawan, Senin (18/1/2016).
Tahar Amer merupakan keturunan Aljazair namun memegang status kewarganegaraan ganda Aljazair dan Kanada. Menurut Kombes Anton, saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari kedua kedutaan besar, negara mana yang akan mengambil.
"Menunggu proses kedutaan mana yang mau ambil, kedutaan Aljazair dan Kanada yang harus berembuk, harus pastiin dulu kedutaan mana yang mau ambil," ujar Anton.
Saat ini dua jenazah korban ledakan Thamrin, Rico Hermawan dan Sugito sudah dibawa keluarganya untuk dimakamkan. Sementara untuk Tahar yang merupakan warga negara asing masih menunggu pihak kedutaan besar yang akan mengambil.
"Kalau korban itu sudah gak ada masalah kalau mau diambil. Tinggal kedutaan mana yang mau mulangin," imbuh Anton.
Sebelumnya beredar kabar kalau jenazah WN Kanada telah dibawa pulang oleh pihak keluarga. Namun, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri AKBP Jayus Suryanta yang bertanggungjawab atas pemulangan jenazah korban dan pelaku bom Thamrin menegaskan saat ini 4 jenazah terduga pelaku dan 1 jenazah korban WN Kanada masih ada di RS Polri.
"Tidak benar jenazah WN Kanada sudah diambil, saat ini kelimanya masih di sini," kata AKBP Jayus di temui di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (18/1/2016).
Sumber : http://news.detik.com/berita/3121344/jenazah-wn-kanada-yang-akan-diambil-harus-koordinasi-dengan-2-kedutaan
Home »
Ledakan Bom Thamrin
» Jenazah WN Kanada yang Akan Diambil Harus Koordinasi dengan 2 Kedutaan



